Rokok Vape VS Rokok Tembakau , Mana Yang Lebih Aman Bagi Kesehatan? - Tibelat News Rokok Vape VS Rokok Tembakau , Mana Yang Lebih Aman ?

Rokok Vape VS Rokok Tembakau , Mana Yang Lebih Aman Bagi Kesehatan?

vape Vs rokok, mana yang lebih aman

vape Vs rokok, mana yang lebih aman

Saat ini, vape banyak digandrungi oleh anak muda. Vape bahkan sudah dianggap sebagai salah satu gaya hidup keren. Tentu saja, ini bukanlah gaya hidup yang sehat namun terbilang buruk bagi kesehatan. Namun Vape selama ini dikenal sebagai alternative merokok yang lebih aman daripada rokok tembakau, benarkah begitu?

Rokok VS Vape

Rokok tembakau merupakan tembakau kering yang dibungkus dengan kertas. Dalam rokok terdapat 600 zat di dalamnya dan ketika dibakar lebih dari 7.000 residu kimia dihasilkan. Setidaknya, terdapat 67 bahan kimia dalam rokok yang diklaim dapat menyebabkan kanker serta beracun.

Vape, atau rokok electric diciptakan di China pada awal 2003 untuk tujuan alternative merokok dan membantu perokok yang ingin berhenti. Vape terdiri dari cartridge berisi cairan, baterai, dan heater yang menghangatkan dan menguapkan cairan ke udara.   Di dalam vape juga terdapat nikotin seperti tembakau.

Mana yang lebih aman?

Perbedaan utama dari tembakau versus vape adalah kandungan tembakau. Rokok ada kandungan tembakau dan yang rokok elektrik tidak. Sudah itu saja. Namun hal ini bukan berarti rokok tembakau lebih berbahaya atau rokok elektrik lebih aman. Jika ditelisik lebih jauh, maka sebenarnya penyebab kanker dan sakit serius seperti yang sering kita lihat pada bungkus rokok ada banyak sekali, bukan hanya tembakau.

Rokok mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan dan vape juga terbukti memiliki kandungan kimiawi yang sama. Oleh karena itu, baik rokok maupun vape sebenarnya sama merisaukan. Sebuah penelitian dari Centers for Disease for Control and Prevention menemukan bahwa vape dapat menyebabkan kejang dan kerusakan paru hanya setelah 1 tahun penggunaan.

Senyawa berbahaya di vape

Ada banyak senyawa kimia berbahaya di vape yang membahayakan kesehatan. Food and Drugs Administration Amerika mengungkap bahwa vape mengandung karsinogen dan bahan kimia yang beracun. Ada pula penelitian lain yang menemukan kandungan formaldehyde pada produk vape. Dalam beberapa merk, diketahui kandungan senyawa ini melebihi jumlah maksimal yang dianjurkan bagi manusia.

Menurut  peneliti dari National Institute of Public health japan Dr. Nauki Kunugita terdapat 10 kali lipat jumlah karsinogen yang terdapat dalam salah satu vape dibanding 1 batang rokok biasa. Balitbang kemenkes Indonesia juga mengatakan bahwa dalam larutan nikotin vape memiliki komposis berbeda. Pada umumnya campuran tersebut terdiri dari 4 campuran, namun semuanya mengandung nikotin dan propilen glikol.

Tak hanya rokok yang berbahaya, uap yang dihirup juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti asma dan batuk. Vape ini juga dikatakan berbahaya bagi penderita gagal jantung, pneumonia, kejang,  hipotensi dan potensi meledak atau kebakaran.

Kesimpulan, apakah vape lebih aman?

Rokok elektrik ternyata mengandung zat dan bahan berbahaya sebagaimana rokok tembakau. Penggunaan Vape dalam jangka panjang dapat mengakibatkan naiknya kadar plasma nikotin dengan signifikan hanya setelah 5 menit penggunaan. Dampak lain juga meningkatkan kadar plasma karbon monoksida dan nadi secara signifikan yang menggangu kesehatan.

Ditambah, vape atau rokok elektrik juga mendorong kebiasaan merokok pada anak-anak. WHO sendiri telah mengeluarkan peringatan kepada seluruh Negara untuk melarang pengggunaan Vape pada anak-anak, wanita hamil, dan wanita usia produktif. Sebagaimana penggunaan rokok tembakau, rokok elektrik juga mengganggu orang sekitar dan berbahaya bagi perokok pasif.  Oleh karena, menjauhi rokok tembakau maupun vape akan lebih bermanfaat bagi kesehatan.

Tinggalkan Balasan