Jakarta, Tibelat.com – Dari total Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berjumlah 142 perusahaan ada salah satu perusahaan yang hampir semua orang tidak tau BUMN Ini, PT. Pengembangan Armada Niaga Nasional (PT.PANN). Jangankan masyarakat umum bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan DPR RI pun di buat bingung.

PT.PANN yang didirikan  melalui Peraturan Pemerintah No 18 Tahun 1974 ini mempunyai bidang atau tanggung jawab sebagai perusahaan pembiayaan armada nasional. PT. PANN terahir mendapatkan suntikan modal pada tahun 1994 hingga saat ini belum pernah mendapatkan suntikan ulang modal.

Menteri Keuangan Sri Mulyani pada saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di jakarta, Senin (2/12/19) lalu, bahwa Pemerintah akan memberikan suntikan modal dengan Penyertaan Modal Negara Non- Tunai sebesar RP. 3,76 trilliun pada tahun 2020.

Pada saat rapat kerja inilah ternyata hampir semua yang hadir tidak tahu menahu tentang BUMN tersebut, anggota komisi XI Mukhamad Misbakhun sempat bingung dan interupsi.

” Interupsi, Sebentar bu PT PANN itu apa ya bu, kok saya baru dengar?” kata Misbahkun,Senin (2/12/19).

Menteri Keuangan Sri Mulyani pun ternyata sama seperti yang lain belum familiar dengan PT. PANN itu sendiri dan sempat menanyakan dulu tentang hal ini kepada pejabat Kemenkeu lainnya.

” Sama  pak, saya juga baru dengan nama BUMN ini ” kata Menteri Sri Mulyani.

Walaupun BUMN ini tidak banyak yang tau akan tetapi tetap eksis sejak tahun 1974 lalu Sri Mulyani Menjelaskan.

Sementara Anggota Komisi XI dari PDI P Rieke Diya Pitaloka pun menanyakan kelayakan atas penambahan modal tersebut jika BUMN nya tidak jelas. Rieke khawatir penambahan tersebut hanya untuk membayar gaji para karyawanBUMN tersebut.

” Kalau yang akan diberi PMN kita tidak tau kondisinya bagaimana kita mau setuju?, jangan-jangan buat bayar gaji” kata Rieke.

Anggota Komisi XI dari fraksi demokrat pun yang  berpendapat sama untuk lebih dulu menjelaskan duduk persoalan dan materi yang jelas untuk Penyertaan Modal Negara tersebut.