Jakarta, Tibelat.com – Presiden Joko Widodo akan menghadapi Uni Eropa dalam perang dagang yang telah di tabuh oleh Negara-Negara Uni Eropa.

Kebijakan Presiden Joko Widodo atas larangan Ekspor Bijih Mentah Nikel mulai 1 Januari 2020 telah membuat berang Uni Eropa.

Nikel merupakan komoditi yang sangat di butuhkan dimasa yang akan datang, utuk kebutuhan Industri Batrey dan Baja. Tanpa suplai nikel industri-industri Uni Eropa mobil listrik dan baja Uni Eropa di sinyalir bakal mangkrak bahkan sebelum 2050.

Mobil listrik pasti akan menggunakan Lithium Battrey , yang bahan baku utamanya adalah Nikel.

Perlu di ketahui bahwa Indonesia merupakan Gudang Nikel Dunia, kandungan Nikel Indonesia disinyalir lebih dari 20% Nikel yang ada di Dunia. Yang artinya kedepan Indonesia akan memegang peran penting dalam Ekonomi Dunia.

Uni Eropa menentang keras  keputusan Pemerintah Indonesia atas larangan Ekspor Bijih Mentah Nikel tersebut, dan  melalui World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia, Uni Eropa telah melayangkan gugatan untuk Pemerintah Indonesia.

Mungkin Uni Eropa lupa bahwa Presiden Indonesia saat ini adalah Joko Widodo yang pantang menyerah demi kepentingan bangsa Indonesia, mungkin saat ini Uni Eropa sedang Shock berat karena ternyata Indonesia siap menghadapi gugatan Uni Eropa.

Dalam Acara  Peresmian dan Pembukaan Musrenbangnas ( Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasionl 2020-2024 di Istana Negara, Jakarta, pada hari Senin (16/12/2019). Presiden Jokowi dengan tegas menyatakan akan menghadapi gugatan Uni Eropa.

“ Ngapain Kita takut, nikel-nikel kita, mau di ekspor atau tidak ya terserah kita” kata Jokowi.

Presiden Juga menyatakan kita akan menghadapi dengan lawyer-lawyer yang terbaik.

“ Hadapi, Siapkan lawyer-lawyer yang terbaik, jangan di gugat kita keok karena kita tidak serius menghadapi” tambah Jokowi.

Bahkan setelah nikel komoditas-komoditas lain akan segera menyusul untuk di ekspor mentah.

Kali ini Indonesia menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia bukan lagi bangsa yang nurut dan manut dengan kemauan-kemauan Negara-negara besar.

Presiden Joko Widodo telah memposisikan Negara  Indonesia Sejajar dengan bangsa-bangsa besar Dunia.