Jakarta, Tibelat.com , Menurut data Air Visual hari ini senin (18/11/2019), tercatat bahwa atmosfer Kota Jakarta menunjukkan tidak sehat bagi yang sensitif.

Pada Hari minggu kemarin (17/11/2019) Jakarta menduduki peringkat 19, hari senin ini justru naik ke posisi ke 11 kota terpolusi di dunia dai total 89 kota besar di dunia.

Menurut data dari airvisual.com, pada senin (18/11/2019) pukul 1.21 Wib Indek Parameter Udara Kota Jakarta menunjukkan angka 153 AQI (Air Quality Indeks) dengan parameter polutan PM 2.5 dan konsenntrasi 59ug/m3, yang berarti tidak sehat bagi kelompok yang sensitif.

Disarankan warga kota jakarta untuk tidak membuka jendela atau pintu, tidak melakukan kegiatan di luar rumah dan menggunakan masker.

Pemerintah DKI Jakarta harus segera melakukan kebijakan yang nyata untuk mengatasi hal ini, karena kebijakan yang telah ada kurang efektif hingga saat ini, terbukti dengan adanya tingkat polusi yang sangat tinggi.

Pengawasan terhadap penyumbang polusi terbesar seperti pabrik-pabrik dan kendaraan harus diperketat, uji emisi harus dilakukan secara periodik untuk pabrik-pabrik besar sebagai penyumbang polusi jakarta. Memperluas area-area hijau diharapkan juga dapat menurunkan tingkat polusi DKI Jakarta.

Kemacetan dihampir semua jalan juga merupakan sumber polusi juga pemborosan energi yang harus segera mendapatkan solusi untuk Jakarta.