Bahaya Asap Vape - Tibelat News Bahaya asap vape

Bahaya Asap Vape

Seberapa bahaya asap vape bagi perokok pasif? Uap dari vape atau rokok elektrik  memang memiliki wangi yang enak yang jelas tak dapat ditemui di rokok tembakau. Terlebih rokok elektrik juga kini ditambah dengan perasa sehingga makin menambah kenikmatan bagi perokok elektrik ini.

Asap vape berbahaya bagi perokok pasif

Lalu, seberapa besar bahaya asap vape ini daripada tembakau? Dari berbagai penelitian baik luar maupun dalam negeri, diketahui bahwa ternyata kandungan berbahaya dalam uap vape ini mengandung lebih sedikit bahaya daripada rokok tembakau.

Yang keluar saat kita menghisap vape sebenarnya adalah uap bukan asap. Uap ini dihasilkan dari pemanasan zat yang ada di dalam vape. Banyak yang masih belum menyadari bahaya asap rokok untuk kesehatan. Asap rokok memiliki kandungan lebih dari 7.000 racun dan 50 diantaranya terdeteksi mengarah ke penyebab kondisi penyakit yang serious seperti kanker.

Orang yang merupakan perokok pasif memiliki resiko lebih tinggi terkena penyakit karena asap rokok. Asap yang terhirup akan membuat trombosit darah menjadi lengket sehingga aliran darah menjadi terhambat dan pembekuan darah menjadi buruk.
Selain itu, paparan asap juga sangat berisiko bagi perempuan dan ibu hamil. Salah satu hal yang paling berbahaya dari akibat asap rokok adalah anda tidak perlu harus berada di dekat perokok aktif dengan intensitas waktu yang lama untuk terkena dampak berbahaya dari rokok tersebut.

Menurut penelitian dari CDC America, paparan asap yang sebentar saja sudah dapat memberikan efek negatif bagi kesehatan. Kemudian banyak perokok yang beralih untuk menggunakan vape karena beranggapan bahwa rokok eletronik ini mengurangi resiko penyakit seperti yang diakibatkan oleh tembakau. Padahal, aslinya vape memiliki kandungan nikotin yang dihirup oleh pengguna yang berasal di aerosol. Meskipun tampak aman, sebenarnya tetap saja berbahaya.

Bahaya Vape pada perokok pasif 

Bahaya yang diakibatkan oleh asap vape pada perokok pasif diantaranya meningkatkan resiko terkena serangan kanker paru-paru sebesar 25%, gagal jantung, meningkatkan resiko penyakit jantung koroner, serangan jantung, kematian premature pada ibu hamil, dan menyebabkan resiko sindrom bayi meninggal mendadak. Ibu hamil yang terpapar asap vape memiliki resiko lebih tinggi mengalami komplikasi dalam kehamilan. Anak-anak yang terpapar oleh bahaya asap vape dapat menyebabkan infeksi telinga tengah, meningitis, batuk, asma, bronkitis, alergi, pilek, dan pneumonia.

Di Indonesia sendiri belum ada kasus adanya kematian yang diakibatkan oleh vape. Namun begitu, kasus kematian karena kanker paru di Indonesia jumlahnya naik secara signifikan. Data dari WHO, Indonesia menempati urutan perokok terbesar di dunia dan kematian terbesar dianggap karena mengkonsumsi tembakau dan produk turunannya.

Lebih dari 36.6% penduduk Indonesia merupakan perokok. Kemasan rokok dengan gambar seram tampaknya tidak mampu mencegah perokok untuk berhenti merokok. Semoga dengan adanya kenaikan bea cukai untuk rokok pada Januari 2020 ini besok akan memberikan sedikit rem kepada perokok untuk membeli rokok. Terlebih, harga rokok saat ini yang terhitung terjangkau, banyak anak usia sekolah yang bahkan sudah mulai merokok. Kebijakan untuk menjual rokok kepada anak diatas 17 tahun seperti di negara luar tampaknya perlu diterapkan agar generasi muda Indonesia lebih sehat.

Hidup tanpa merokok 

Tak merokok dan menjalani gaya hidup sehat merupakan salah satu usaha untuk hidup lebih lama. Jika ingin berhenti merokok, ada beberapa kelompok yang bisa memberikan konsultasi agar perubahan untuk berhenti merokok konsisten dan tidak terpengaruh untuk memulai kebiasaan merokok kembali.  Berhenti merokok itu mudah, yang terpenting adalah niat dan konsistensi untuk memulai hidup sehat.

 

Tinggalkan Balasan